8 Jan 2019

Terjebak dalam Waktu yang Sia Sia


Seorang laki-laki meminta izin kepada Amirul Mukminin. Abu Ja’far al-Manshur untuk memperlihatkan kelihaiannya dalam beratraksi. Beliau pun memberinya izin.

Lantas lelaki tersebut mengambil banyak piring besar. Lalu dia mengombang-ambingkannya ke udara dengan kelihaian yang luar biasa tanpa ada satu pun yang jatuh ke tanah.

Abu Ja’far berkata, “Lalu apa lagi?” Kemudian dia mengeluarkan banyak tongkat. Pada tiap-tiap ujung tongkat terdapat tempat untuk menyusun tongkat lainnya. Selanjutnya dia melempar tongkat pertama dan langsung menancap di dinding. Lantas dia melempar tongkat kedua dan masuk ke lubang tongkat pertama, dan demikian seterusnya sampai seratus tongkat. Tidak ada satu pun yang jatuh ke tanah.

Setelah aksinya selesai dia berharap agar Amirul Mukminin dapat menghargai kelihaiannya. Akan tetapi, al-Manshur justru memanggil para algojonya seraya berkata, “Tangkap lelaki ini dan berilah dia seratus cambukan.”

Lelaki itupun berteriak, “Mengapa engkau melakukan ini, Amirul Mukminin?”

2 Jan 2019

Hidup Kembali


Menulis itu seperti mengembalikan hidupku. Aku senang,  jika setiap hari aku bisa menulis.  Membagikan banyak cerita dan pengetahuan yang aku punya. Membagikan kisah atau artikel dan berita yang kubuat kepada orang lain. Berbagi apa saja tanpa ragu. Tanpa malu. Aku pasti akan sangat bahagia.  Yah walau aku sadar pengetahuanku itu sebenarnya sangatlah sempit.  Tapi dengan berbagi aku merasa lebih berarti.

Sungguh,  ini bukan untuk dipuji atau dihargai.

28 Okt 2018

Dakwah Itu

Dakwah itu... 
apapun posisi dan fungsi...
Di manapun kau berdiri...
Kau tetap menyeru manusia secara konsisten hanya kepada Allah Swt

Kau tidak punya maksud lain, hanya maksud yang dibimbing Allah.. maksud kepada Nya
Jika kau melakukan itu... artinya kau melakukan dakwah itu karena Nya, untuk Nya, di jalan Nya..
Kau tidak akan melakukan yang tidak disukai Nya, karena Dia mau... diammu pun adalah dakwah, apalagi bicaramu

2 Okt 2018

Puisi Wisuda

Saat wisuda tahun lalu aku diminta oleh bu Evi untuk membuat puisi. Puisi itu rencananya akan dibawakan saat yudisium. mereka memberiku waktu beberapa hari. Jadinya seperti di bawah ini :) Sebenernya bukan puisi asli yang penuh sastra dan imajinasi. Aku hanya membuat puisi narasi. 

Dari pada di laptop hanya sekedar memenuhi isi memori, lebih baik kalau aku bagi-bagi. Semoga bisa bantu kamu yang lagi cari inspirasi untuk buat puisi, terkusus puisi untuk acara wisuda yang kamu nanti ;)

30 Sep 2018

Persiapan ke Negeri Sakura


Jepaaaang... Aaahh.. sudah lama aku ingin sekali terbang ke negeri Sakura itu. Menikmati keindahan alamnya yang luarbiasa.. pohon pohon warna pink (Sakura) yang menakjubkan bagiku. Gunung Fuji yang indaaah dari kejauhan, serta bangunan2 indahnya yang cantik menawan. Suatu hari aku pasti ke sana Insyaallah. Aku sudah menyiapkan beberapa bekal untuk tinggal disana. mau tau bekalku apa?
 

Belajar bersama, berbagi cerita Template by Ipietoon Cute Blog Design